Sebuah kanker dari jaringan manapun, jika diobati pada stadium awal akan memberikan hasil yang jauh lebih baik baik dalam pilihan terapi ataupun harapan hidup. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali sebuah kanker pada stadium awal. Masalahnya adalah kanker stadium dini jarang menimbulkan keluhan sehingga seringnya penderita datang ke dokter dengan kanker pada stadium yang telah lanjut. Karena itu, tidak jarang penderita datang dengan kanker yang sudah menyebar ke organ penting lainnya, dan ini merupakan hal yang fatal.
Salah satu kanker yang sangat baik untuk dikenali pada stadium awal adalah kanker kulit. Kanker kulit adalah kelainan yang tampak kasat mata sehingga seharusnya dapat diketahui oleh penderita dari luar sejak stadium dini. Namun, kanker ini menunjukkan gambaran yang dapat saja hanya berupa penonjolan di kulit yang tidak terlalu besar dan sewarna dengan kulit sekitarnya, yang kadang diabaikan oleh penderita. Bagaimanapun, ada pula yang memang terlihat benjolan kehitaman atau dengan ulkus yang tidak sembuh-sembuh, hal ini mungkin lebih mudah untuk diwaspadai.
Kanker kulit ialah suatu penyakit di mana pertumbuhan sel-sel kulit tidak terkendali sehingga sel-sel kulit ini tumbuh cepat dan tidak berkembang sesuai fungsinya, bahkan merusak dan mengganggu fungsi jaringan yang diserangnya. Selain itu, kanker kulit dapat merusak jaringan di sekitarnya seperti jaringan lemak, otot, dan tulang dalam cakupan yang cukup luas. Juga, kanker ini mampu menyebar ke bagian tubuh lain sehingga dapat mengganggu fungsi organ penting yang terserang, seperti paru, tulang, dan otak.
Faktor penyebab terjadinya kanker kulit antara lain sinar matahari (UVB), virus, bahan kimia, genetik, dan sinar radiasi pengion.
Sinar matahari yang diduga dapat memacu timbulnya kanker kulit adalah UVBLapisan ozon yang berada di atas bumi, dianggap merupakan penahan sinar UVB sampai ke bumi. Dengan meningkatnya pemakaian bahan-bahan kimia tertentu, akan menyebabkan lapisan ozon tersebut pecah, sehingga mengakibatkan pancaran sinar UVB langsung mengenai bumi.
Sedangkan, bahan kimia yang diduga sebagai penyebab kanker kulit karena sifat karsinogenikya antara lain arsen yang banyak terdapat pada pestisida atau insektisida, dan ter dalam batu bara.
Virus yang dapat menyebabkan kanker kulit diantaranya adalah human papilloma virus (HPV) dan human immunodeficiency virus (HIV).
Ras kaukasia ternyata lebih banyak menderita kanker kulit bila terkena sinar matahari dibandingkan dengan kulit berwarna. Sehingga diduga bahwa faktor ras juga memegang peranan.Karena kulit terdiri atas beberapa jenis sel, maka kanker kulit juga bermacam-macam sesuai dengan jenis sel yang terkena.
Ada 3 jenis kanker kulit tersering yaitu karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM). Perbedaan jenis sel asal ini juga menghasilkan gambaran kanker dan pola pertumbuhan serta karakteristik lain yang berbeda. Dari ketiga jenis kanker tersebut, karsinoma sel basal adalah jenis yang tersering.
Karsinoma sel basal memiliki pertumbuan yang lambat namun bersifat sangat dekstruktif. Pada stadium dini, biasanya tampak berupa luka yang tidak sembuh-sembuh atau benjolan kecil yang mengkilat dengan pinggir kehitaman yang tumbuh secara perlahan. Penderita dengan kanker jenis ini dapat bertahan hidup dengan waktu yang cukup lama namun pada tahap lanjut, sifat dekstruktif terhadap tulang sekitarnya biasanya menghasilkan gangguan kosmetik yang parah.
Masalah utama Karsinoma sel basal adalah kerusakan yang dihasilkannya sehingga mengganggu kosmetik dan keutuhan jaringan yang diserangnya. Sedangkan, harapan hidup penderita relatif lebih panjang dibanding kedua jenis kanker tersering lain. Ini dikarenakan sifatnya yang jarang menyebar ke organ-organ lain. Sehingga, penderita dapat hidup lama namun dengan kecacatan ekstrim yang mungkin sangat menurunkan kualitas hidupnya.
Jenis kanker kulit tersering yang kedua disebut dengan karsinoma sel skuamosa (KSS). Gambaran KSS pada awalnya berupa benjolan kecil dapat sewarna dengan kulit sekitar atau kemerahan yang teraba keras yang kemudian disertai dengan lembaran2 tipis seperti kulit arit yang terkelopek. Dan sebagian besar, di tahap lanjut kanker ini akan cepat membesar dengan pertumbuhan seperti bunga kol, mencuat ke permukaan.
Sifat KSS menyebar melalui jalur aliran limfe sehingga biasanya kanker ini ditemukan bersama dengan benjolan yang merupakan kelenjar getah bening yang membesar. Harapan hidup penderita KSS lebih jelek dibanding KSB.
Jenis kanker kulit penting yang ketiga adalah melanoma maligna (MM). MM meupakan jenis kanker kulit yang relatif lebih jarang dibanding kedua jeis kanker yang telah disebutkan. Namun, kanker ini lebih ganas dibanding keduanya karena angka kematiannya lebih tinggi. Kanker ini merusak jaringan sekitarnya serta sangat mudah menyebar melalui aliran darah ke organ penting lain seperti paru, hati, dan otak.
Melanoma maligna dapat berasal baik dari tahi lalat normal ataupun kulit normal. Gambaran kanker ini dapat berupa bercak atau benjolan yang tidak sewarna dengan kulit sekitarnya. Dalam pengenalan dini dari suatu melanoma maligna dapat digunakan penilaian ABCDE terhadap sebuah tahi lalat di kulit yaitu Asimetris, Border , Color, Diameter, Evolving. Suatu bercak atau benjolan di permukaan kulit harus dicurigai suatu kanker jika tampak asimetris di mana jika menarik garis melalui kelainan tersebut ini, kedua belah tidak akan sama. Kedua, batas dari awal melanoma cenderung tidak merata dapat dengan tepi bergelombang atau berlekuk. Ketiga, warna (Color), bercak atau benjolan yang dapat berwarna cokelat, cokelat kehitaman, merah, biru atau warna lain. Keempat, diameter, melanoma biasanya berdiameter lebih besar dari 6 mm, tetapi kadang-kadang mungkin lebih kecil ketika pertama kali terdeteksi. Evolving (berkembang), setiap perubahan - dalam ukuran, bentuk, warna, ketinggian, atau sifat lain, atau setiap gejala baru seperti pendarahan, gatal-gatal atau pengerasan kulit - menunjuk ke arah kanker.
Jadi jika anda menemui keadaan di mana terdapa benjolan yang terus membesar, bercak di kulit yang bertambah lebar, luka yang tak sembuh-sembuh, tahi lalat yang mengalami proses ABCDE maka periksakanlah ke dokter .
Diagnosis kanker apapun ditegakkan dengan pemeriksaaan klinis dan histopatologis dengan melakukan biopsy (pengambilan kelainan kulitnya (kanker) sedikit dan dilihat di bawah mikroskop)
Apabila diagnosis telah ditegakkan, dilakukan pengobatan. Terdapat bermacam-macam cara pengobatan. Tindakan yang paling utama adalah bedah pisau. Cara pengobatan yang lain adalah dengan penyinaran. Selain itu dapat dilakukan tindakan bedah beku, bedah listrik, laser, fotodinamik serta dengan obat-obatan baik yang dioleskan maupun disuntikkan (kemoterapi).
Pencegahan kanker kulit antara lain menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kanker kulit. Hal dapat dilakukan antara lain melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang terus menerus terutama siang hari, higiene pribadi, proteksi diri saat menggunakan pestisida.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar